Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz menilai strategi Iran untuk menekan negara-negara tetangganya justru berbalik merugikan.
“Strategi Iran untuk menciptakan kekacauan dan menekan negara tetangga telah gagal, sebagaimana terlihat dari hasil pemungutan suara hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan China di PBB, Fu Cong menegaskan serangan yang dilakukan AS dan Israel tidak mendapat otorisasi dari Dewan Keamanan. Ia juga menilai resolusi yang diadopsi tidak menggambarkan secara seimbang akar persoalan konflik.
Senada dengan Iran, utusan Rusia Vasily Nebenzya menyebut dokumen tersebut “bias dan sepihak”.
“Pengesahan resolusi ini oleh Dewan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertindak dengan itikad buruk—terutama pihak yang memulai perang ini—untuk melanjutkan tindakan agresi terhadap Iran,” katanya.
Rusia kemudian mengajukan rancangan resolusi alternatif yang menyerukan penghentian permusuhan oleh semua pihak tanpa menyebutkan nama negara mana pun. Namun, rancangan itu gagal disahkan setelah hanya memperoleh empat suara dukungan, sementara dua negara menolak dan sembilan lainnya memilih abstain. (far)
