Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa potensi penggunaan senjata nuklir dalam konflik internasional merupakan ancaman serius yang harus dicegah melalui jalur diplomasi. Penggunaan senjata nuklir dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Situasi di Timur Tengah, termasuk keterlibatan Israel, disebut semakin memperumit dinamika konflik. Berbagai pihak menyerukan agar eskalasi tidak terus berlanjut mengingat dampak yang dapat ditimbulkan bersifat global.
Secara normatif, wacana penggunaan senjata nuklir terhadap negara mana pun, termasuk Iran, tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan kehancuran massal dan krisis kemanusiaan dalam skala besar. Sejumlah pihak juga mengkritik keras peran negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Pengunduran diri Mohamad Safa pun menjadi sorotan sebagai sinyal meningkatnya kekhawatiran terhadap arah konflik global yang berpotensi memasuki fase paling berbahaya dalam sejarah modern. (tim)
