Mengenai pertemuan krusial, Yoseph menyebut lawan Gabian Glen di ronde ke-8 yang paling menguras pikiran.
“Nah, babak ke-8 sih sebenarnya, lawan Fabian Glen dari Bali. Karena sih poinnya cuma beda setengah, dan pasti deg-degan untuk bermain. Jadinya saya bermain aman, tapi lawan saya memaksa, dan akhirnya saya bisa menang. Jadi akhirnya, karena selisih ada satu poin, jadi saya merasa aman menjadi juara satu,” ungkapnya.
Yoseph mengakui punya keunggulan di catur cepat dan kilat. Karenanya, ia sering menjadi juara di kategori tersebut.
Sedangkan di catur standar, ia mengaku harus banyak belajar dan mengasah kemampuan lagi.
“Kalau standar, ya masih belum, makanya saya masih latihan. Supaya di next event, kalau ada catur standar, saya berusaha menjadi juara satu,” jelasnya.
Sementara itu di Kategori Wanita, juaranya adalah WIM Shafira Devi Herfesa. Ia sukses menjadi yang terbaik setelah mengoleksi 7,5 poin.
Sedangkan di urutan kedua dan ketiga, masing-masing ditempati WCM Clementia Adeline (7 poin) dan WFM Yemi Jelsen (6,5 point)
