“Barang yang digunakan dalam pembangunan PLTN tidak hanya berasal dari satu negara. Karena itu, kemampuan inspeksi terhadap berbagai komponen menjadi sangat penting,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BAPETEN mendorong penyusunan strategi nasional pengembangan SDM nuklir yang terintegrasi, mulai dari pendidikan tinggi, program pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi. Dalam jangka pendek hingga panjang, strategi tersebut mencakup rekrutmen tenaga ahli, program pelatihan intensif, serta kerja sama internasional untuk memperkuat kapasitas nasional.
Selain itu, BAPETEN juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, lembaga riset, operator PLTN, dan kementerian terkait dalam menyiapkan ekosistem kelembagaan yang mendukung pembangunan PLTN.
Di sisi lain, Zainal menegaskan bahwa pembangunan PLTN merupakan bagian dari upaya Indonesia menuju energi bersih dan target net zero emission. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan SDM dan sistem pengawasan yang kuat.
