Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi nuklir, tetapi harus mampu berpartisipasi dalam pengembangan teknologi, industri komponen, serta rantai pasok global. “Kalau kita hanya membeli reaktor, maka kita hanya menjadi operator. Tetapi kalau kita membangun kemampuan desain dan industri komponennya, maka kita bisa menjadi bagian dari penyedia teknologi,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap hasil FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret, termasuk pembentukan program nasional pengembangan SDM nuklir serta penguatan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan kesiapan Indonesia dalam membangun dan mengoperasikan PLTN secara aman dan berkelanjutan. (ahmad)
