Lebih lanjut, ia berharap webinar ini dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan lokakarya praktis terkait pemurnian protein. Menurutnya, tantangan penelitian di bidang ini masih cukup besar, terutama karena sekitar 70% sampel yang diteliti masih berupa wild-type. Kondisi ini membuka peluang besar bagi para peneliti untuk menjadi pelopor dalam pengembangan protokol standar emas (golden standard protocol) pemurnian protein.
Sebagai peneliti, Fathoni menekankan bahwa tugas utama ilmuwan adalah mencari solusi yang dapat mengubah sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin.
“Tidak hanya membuat hal yang sulit menjadi lebih mudah, tetapi juga menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ada,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengembangan biologi struktur juga berkaitan dengan upaya menciptakan inovasi baru melalui pendekatan biologi sintetik.
Sementara itu, narasumber M. Arys Rahardja dari Cytiva menjelaskan bahwa misi perusahaan adalah mempercepat pengembangan terapi bagi kesehatan manusia. Cytiva didukung oleh lebih dari 15.000 karyawan di seluruh dunia, dengan sekitar 4.000 orang di antaranya berfokus pada dukungan komersial.
