“Kami juga memiliki 36 fasilitas manufaktur dan sekitar 100 lokasi flex factory yang menyediakan solusi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan, mulai dari tahap upstream hingga downstream,” jelasnya.
Selain itu, Cytiva juga mengoperasikan 23 pusat penelitian dan pengembangan (R&D). Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan mereka mencapai sekitar 96%, yang menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mendukung riset dan pengembangan di berbagai sektor bioteknologi.
Dalam paparannya, Arys menjelaskan bahwa webinar ini membahas tiga topik utama, yaitu Choosing Your AKTA System, studi kasus protein spidroin yang diekspresikan pada E. coli, serta berbagai mode kromatografi yang digunakan dalam proses pemurnian protein.
Ia memaparkan berbagai varian sistem AKTA yang tersedia sesuai kebutuhan penelitian. “Saya juga akan menjelaskan jenis-jenis kromatografi serta membagikan studi kasus terkait protein turunan sutra laba-laba,” tambahnya.
Sebelum masuk lebih jauh, Arys menjelaskan konsep dasar kromatografi. Secara umum, kromatografi merupakan metode pemisahan yang melibatkan dua komponen utama, yaitu fase diam (stationary phase), yang umumnya berupa resin, serta fase gerak (mobile phase), yang terdiri dari sampel dan buffer yang digunakan untuk proses elusi.
“Dengan adanya komponen fase diam dan fase gerak, pemisahan berbagai molekul dapat dilakukan secara lebih spesifik,” jelasnya.
