Ia juga memaparkan perkembangan sistem AKTA yang digunakan dalam berbagai riset bioteknologi. Perjalanan teknologi ini dimulai pada tahun 1982 dengan peluncuran sistem FPLC pertama di dunia. Inovasi tersebut terus berkembang hingga pada tahun 2023 diperkenalkan AKTA Pure P, yang dirancang khusus untuk pemurnian DNA, RNA, dan berbagai aplikasi spesifik lainnya.
Menurut Arys, nama AKTA berasal dari bahasa Swedia yang berarti “asli”, “benar”, atau “autentik”. Nama ini mencerminkan tujuan pengembangan sistem tersebut untuk membantu para peneliti memperoleh produk yang benar-benar murni.
“Saat ini lebih dari 100.000 ilmuwan di seluruh dunia menggunakan sistem AKTA, yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun dan mendukung banyak publikasi ilmiah,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan berbagai varian sistem AKTA, mulai dari AKTA Start, AKTA Pure, hingga AKTA Avant. Untuk produksi protein skala besar atau tahap pengembangan industri, tersedia sistem AKTA Pilot. “Pengguna dapat memulai dari penelitian akademik, kemudian berkembang ke tahap pengembangan proses hingga skala industri,” jelasnya.
