Idulfitri kerap dimaknai sebagai titik kembali. Kembali suci, kembali pada fitrah. Namun di hari ini, makna itu terasa lebih luas. Lebaran tidak hanya menjadi peristiwa spiritual, tetapi juga ruang rekat sosial yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu suasana yang hangat dan setara.
Open house sederhana yang digelar Menteri Agama Nasaruddin Umar di rumah dinasnya pada Sabtu, (21/03/2026) menghadirkan wajah Indonesia yang utuh. Tokoh lintas agama seperti Ignatius Kardinal Suharyo, perwakilan BAMAG Nasional, hingga para duta besar dari berbagai negara hadir dalam satu ruang yang sama. Tidak ada sekat formalitas yang kaku, yang terasa justru keakraban yang mengalir alami.
Pagi itu, selepas salat Ied, suasana sejuk seakan memperhalus setiap perjumpaan. Menag menyambut tamu satu per satu dengan jabat tangan yang hangat. Gestur sederhana itu menjadi simbol penting bahwa dalam momen Idulfitri, setiap orang hadir sebagai manusia yang setara, bukan sebagai representasi identitas yang mewakili perbedaan.
