Dahnil menjelaskan, imbauan penundaan itu merupakan hasil koordinasi pemerintah dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
“Orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara karena kita tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah akan berkembang seperti apa,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan tetap memberikan pendampingan kepada jamaah umroh asal Indonesia yang saat ini sedang berada di Arab Saudi. Pendampingan dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, serta penyelenggara perjalanan ibadah umroh.
Pemerintah meminta seluruh pihak terkait memastikan jamaah mendapatkan layanan dan perlindungan selama berada di Tanah Suci hingga dapat kembali ke Indonesia dengan aman.
Berdasarkan data terakhir, tercatat sekitar 43 ribu jamaah umroh asal Indonesia sedang menjalankan ibadah di Arab Saudi. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pihak terkait guna memastikan proses kepulangan jamaah berjalan lancar.
