General Manager ASDP Cabang Bajoe Anom Sedayu menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan proses pengalihan lintasan berjalan lancar, aman, dan tetap menjaga kelancaran arus penyeberangan.
“Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo dan stakeholder terkait, untuk menjaga keselamatan operasional akan diberlakukan pembatasan berat kendaraan maksimal 30 ton. Pengaturan jadwal operasional kapal serta pola perjalanan saat ini masih didiskusikan bersama seluruh pihak terkait agar pola operasi yang diterapkan nantinya dapat berjalan efektif,” jelas Anom.
Ia menambahkan, sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe tercatat telah melayani lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu unit kendaraan.
Tingginya volume pergerakan tersebut menunjukkan peran strategis Pelabuhan Bajoe dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi sekaligus mendukung kelancaran arus logistik.
Dengan pematangan kesiapan operasional dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP optimistis proses pengalihan lintasan ini dapat berjalan optimal sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelabuhan.
Ke depan, penguatan fasilitas di Pelabuhan Bajoe diharapkan mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
