Selat Hormuz merupakan urat nadi ekonomi dunia, di mana sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global melintas di wilayah tersebut.
Penutupan yang dilakukan Iran telah memaksa negara-negara konsumen mencari rute alternatif yang mahal dan mulai menguras cadangan energi nasional mereka.
Tersumbatnya pasokan dari kawasan Teluk ini tidak hanya melambungkan harga BBM, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi banyak pemerintahan akibat inflasi yang meluas seiring berlanjutnya konflik.
Sebelum militer Amerika Serikat pada Sabtu (21/3) mengklaim telah menghancurkan sejumlah bunker milik Iran yang menyimpan senjata yang digunakan untuk mengancam lalu lintas pengiriman minyak dan gas di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebtut dinilai sebagai upaya Washington untuk menenangkan pasar energi global serta merangkul sekutu internasional.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 20 negara telah mengeluarkan pernyataan resmi yang berkomitmen mendukung upaya pembukaan kembali jalur laut utama tersebut demi stabilitas ekonomi dunia. (far)
