Ketika cairan vape dipanaskan, proses tersebut dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti formaldehida. Zat ini dikenal sebagai salah satu senyawa yang berpotensi memicu kanker apabila terpapar secara terus-menerus dalam jangka panjang.
5. Membahayakan Orang di Sekitar
Meski tidak menghasilkan asap seperti rokok tembakau, uap dari rokok elektrik tetap mengandung zat kimia yang bisa terhirup oleh orang lain. Hal ini membuat orang di sekitar pengguna juga berpotensi menjadi “perokok pasif”.
Paparan tersebut tetap memiliki risiko kesehatan meskipun kadar zat berbahayanya lebih rendah dibandingkan asap rokok konvensional.
6. Berisiko bagi Ibu Hamil dan Janin
Paparan nikotin dari rokok elektrik pada ibu hamil dapat berdampak serius pada perkembangan janin. Risiko yang mungkin terjadi antara lain kelahiran prematur, cacat bawaan, hingga bayi lahir mati.
Selain itu, ibu hamil juga berisiko mengalami komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, plasenta previa, hingga keguguran.
7. Risiko Kebakaran atau Ledakan
