Menanggapi peristiwa tersebut, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan dan turut prihatin atas kejadian yang terjadi di dalam Commuter Line tersebut.
“KAI Commuter menyayangkan dan turut prihatin adanya tindak kekerasan seksual yang terjadi pada Senin 9 Maret 2026 pukul 06.30 WIB di dalam Commuter Line,” ujar Leza dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa KAI Commuter tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan seksual, baik yang terjadi di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun.
Menurutnya, pihak KAI Commuter saat ini tengah melakukan penelusuran terhadap identitas terduga pelaku dengan memanfaatkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di dalam kereta maupun di stasiun.
“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban, untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam database CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” jelasnya.
