Beberapa penumpang yang berada di sekitar korban kemudian menanyakan apa yang terjadi. Korban, yang terlihat emosional dan menangis, menjelaskan bahwa tindakan tidak pantas tersebut sudah berlangsung beberapa saat sebelum akhirnya ia berani melawan dan merekam kejadian tersebut.
Menurut keterangan korban, seorang pria yang berdiri di belakangnya beberapa kali menggesekkan tubuhnya ke arah korban. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga menyentuh bagian pinggul korban hingga memasukkan tangan ke dalam pakaian korban.
Korban mengaku sempat berusaha menjauh dari posisi pelaku. Namun, pria tersebut kembali mendekat dan memepet korban di tengah kerumunan penumpang yang padat.
Diduga pelaku memanfaatkan kondisi kereta yang semakin penuh pada jam berangkat kerja. Saat kereta melakukan pengereman atau ketika penumpang bertambah, pelaku disebut kembali mengambil kesempatan dengan memegang bahu dan pinggul korban sehingga korban kesulitan bergerak.
Ketika korban menegur, pria tersebut sempat membantah dan menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan apa pun. Aksi korban yang langsung melabrak terduga pelaku sekaligus merekam kejadian tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian untuk tidak tinggal diam terhadap tindakan pelecehan seksual di ruang publik.
