IPOL.ID – Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry akhirnya angkat bicara terkait tudingan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret namanya. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak berada di Indonesia saat isu tersebut mencuat. Ia menyebut keberangkatannya ke Mesir telah direncanakan jauh hari untuk mendampingi sang ibu yang menjalani pengobatan.
“Saya berangkat ke Mesir pada 15 Maret 2026 dan tiba 16 Maret 2026 untuk mendampingi ibunda yang menjalani operasi pada 17 Maret 2026,” ujarnya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Ia juga membantah anggapan bahwa kepergiannya ke luar negeri untuk menghindari proses hukum. Menurutnya, panggilan dari kepolisian baru diterima setelah dirinya berada di Mesir selama sekitar dua pekan.
“Saya mendapatkan panggilan kepolisian pada 30 Maret 2026. Jadi panggilan itu datang setelah saya berada di Mesir kurang lebih 15 hari,” jelasnya.
Meski berada di luar negeri, ia mengaku tetap kooperatif dengan memberikan keterangan kepada pihak berwenang. Ia menegaskan statusnya dalam perkara tersebut masih sebagai saksi, bukan tersangka.
