IPOL.ID – Seorang karyawan SPPG di Kabupaten Purbalingga harus kehilangan pekerjaannya usai unggahan bernada sindiran menyebut “rakyat jelata” viral dan memicu gelombang kecaman publik.
Peristiwa ini bermula dari tangkapan layar status WhatsApp yang kemudian menyebar luas, salah satunya melalui akun Instagram @lagi.viral. Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat yang dianggap merendahkan masyarakat.
Tak butuh waktu lama, reaksi publik pun membludak. Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar bernada kritik keras hingga desakan agar yang bersangkutan diberi sanksi tegas.
Di tengah derasnya tekanan warganet, karyawan tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui kesalahannya dan menilai bahasa yang digunakan tidak pantas serta menyinggung banyak pihak.
Namun, alih-alih mereda, kasus ini justru berkembang cepat. Pihak terkait langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan yang bersangkutan dari posisinya sebagai relawan SPPG.
Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan itu merupakan bentuk respons atas polemik yang sudah meluas di masyarakat, sekaligus upaya menjaga citra pelayanan publik.
