“Kerugian material meliputi 238 unit rumah rusak, serta fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas sosial lainnya yang turut terdampak,” jelasnya.
Sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri, baik di sekitar rumah menggunakan tenda darurat maupun di rumah kerabat. BPBD Flotim telah mendirikan tenda pengungsi dan tenda keluarga di titik-titik aman juga difungsikan sebagai pos layanan kesehatan dan posko darurat.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk periode 11 sampai 13 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
“Kondisi ini dapat disertai kilat/petir dan angin kencang”.
Abdul pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi cuaca dari lembaga resmi pemerintah,” pesannya.
