Lebih jauh, Ira menerangkan, tujuan dari TEFA Cullinary ini adalah untuk melatih keahlian para peserta didik agar memiliki kompetensi teknis (hardskills) yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan adanya TEFA ini, kata dia, peserta didik akan belajar tentang standar prosedur operasional (SOP) dari perusahaan serta penggunaan alat yang sama dengan yang ada di industri.
Selain hardskill, melalui TEFA para peserta didik juga belajar karakter budaya kerja industri mulai dari kedisplinan, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi antar anggota tim pada divisi yang telah dibagi.
“Peserta didik dilatih memiliki kesiapan mental manakala setelah lulus benar-benar siap untuk bekerja di dunia industri. Yang menarik lagi adalah terbangunnya jiwa wirausaha di kalangan siswa masih level SMK. Dalam TEFA Cullinary ini, mereka terlibat aktif, tak hanya diproduksi, tapi juga promosi, penjualan dan pelayanan terhadap konsumen,” jelas Ira.
Produksi TEFA Cullinary Lebaran 1447 H yang lalu itu melibatkan 10 guru dengan didampingi 3 orang asisten dan 140 siswa SMKN 3 Sukabumi. Uniknya di tahun ini, lanjut Ira, SMKN 3 Sukabumi mendapat kesempatan khusus untuk melibatkan 8 siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Handayani.
