Sedangkan di Jakarta Utara tercatat 545 ekor dengan berat 271 kilogram, sedangkan Jakarta Barat sebanyak 71 ekor dengan berat 17 kilogram.
Dengan demikian secara keseluruhan jumlah ikan yang berhasil ditangkap mencapai 68.880 ekor atau 6.979,5 kilogram.
Petugas di lapangan menggunakan berbagai teknik, mulai dari jala tebar, seser, hingga pembongkaran sarang secara manual di lubang-lubang tempat ikan sapu-sapu bersarang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau langsung operasi di kawasan Kelapa Gading, menegaskan bahwa ikan sapu-sapu kini menguasai lebih dari 60 persen populasi ikan di perairan Jakarta.
Menurut Pramono, sifat invasif ikan ini memutus rantai makanan ikan lokal karena mereka gemar memangsa telur ikan endemik. Tak hanya merusak biodiversitas, keberadaan ikan ini juga mengancam struktur fisik sungai.
Selai itu potensi bahaya jika ikan tersebut dikonsumsi manusia karena kandungan residu yang tinggi.
“Dan ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal, hampir semuanya tidak bisa bertahan hidup karena telurnya dimakan. Dan kemudian juga yang paling berbahaya adalah, kemarin dalam rapat saya dilaporkan oleh Kepala KKP bahwa pada ikan ini rata-rata kadar residunya sudah di atas 0,3,” papar Pramono.
