Menurutnya, penguatan rasa kebersamaan menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. “Makanya kita harus membangun kebersamaan, sama-sama supaya hal seperti itu tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Terkait insiden pemukulan, Sachrudin mengaku belum menerima laporan resmi secara lengkap dan baru mengetahui informasi secara sepintas. “Kalau saya baru tahu dari informasi sekilas saja, laporan resminya belum saya terima,” jelasnya.
Terpisah, aparat Polsek Pinang Polres Metro Tangerang Kota memastikan proses hukum tengah berjalan menyusul viralnya video insiden tersebut di media sosial. Korban, Hidayat, diketahui telah melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Laporan resmi telah diterima, disertai hasil visum sebagai bagian dari penguatan alat bukti.
Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan terhadap korban pun telah rampung dilakukan penyidik. “Korban sudah membuat laporan polisi, visum pun sudah dilakukan dan pemeriksaan terhadap korban telah dilaksanakan,” jabar Adityo.
