Untuk PON 2028, Krisna Bayu telah bertemu dengan berbagai pihak seperti KONI Pusat dan pengurus-pengurus provinsi untuk membicarakan masalah ini.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum KONI Pusat Bapak Marciano Norman, juga Pak Sekjen Pak Ade, juga Pak Warno (Waketum KONI Pusat Suwarno). Pada prinsipnya, Pak Marciano sangat mendukung sambo untuk terlibat kembali di PON. Tapi Pak Warno memberikan saran juga, untuk berkoordinasi dengan NTT, NTB, kalau bisa di Jakarta. Dan upaya itu sedang kami jalankan, proses ini sedang kami jalankan. Dan kita menggunakan lobi-lobi semuanya untuk bisa masuk PON,” ungkap Bayu.
Mengenai cabor olimpiade yang diprioritaskan masuk PON, Bayu sangat setuju.
“Kalau berpedoman pada cabor olimpik, ya saya sih setuju aja, tapi Sambo juga bagian dari recognize. Recognize itu 9 cabor yang akan masuk ke sport olimpik yang resmi. Jadi kita juga menjadi prioritas gitu harusnya. Itu-itu harapan kami, tapi yang jelas, kami bersama KONI Pusat akan selalu bersinergi untuk saling mendukung. Saya sebagai ketua umum, sudah dua periode, sangat terfasilitasi dengan KONI, juga dengan KOI,” ungkap Bayu.
