Pihaknya juga selalu mendengar masukan dari pengurus provinsi di sejumlah daerah, yang berjuang keras mengembangkan sambo.
“Dari keluhan semua masyarakat sambo seluruh Indonesia itu, bagaimana caranya sambo harus masuk di PON itu aja intinya. Kalau tidak masuk ke PON ini pembangunan akan terseok-seok mereka. Ada yang sudah jual rumahnya untuk bangun dojo, Kalimantan Selatan. Semuanya dijual lalu dibeli uangnya untuk membuat dojo sambo,” jelasnya.
“Itu dari Sultra itu jual mobil, jual motor, jual rumah hanya untuk bisa memberangkatkan atletnya untuk ngikutin setiap kejuaraan. Ya kita tentunya kita support semuanya, kita atensi lah,” lanjut Bayu.
Sementara itu soal menggelar kejuaraan dunia, Krisna Bayu menyatakan kesiapannya. Apalagi, hal itu juga pernah disampaikan oleh Federasi Sambo Dunia (FIAS) ketika hadir ke Indonesia tahun lalu.
“Kita kemarin sudah berbicara dengan FIAS, kita berkirim surat. Harusnya 2027 kita akan bidding untuk World Championship yang senior ada di Indonesia. Kalau dari hasil World Junior Championship (di Bogor) kemarin 43 negara, tidak ada satu pun yang komplain. Bahkan mereka bilang, Krisna Bayu kapan lagi ada world champion di Indonesia?,” jelasnya.
