Di sisi lain, keluarga juga mempertimbangkan langkah tambahan berupa uji DNA melalui lembaga independen. Keputusan ini muncul setelah banyaknya laporan serupa dari masyarakat yang mengaku pernah mengalami kejadian hampir tertukarnya bayi di fasilitas kesehatan.
Menurut Mira, langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan menghindari polemik di kemudian hari. Terlebih, saat kejadian berlangsung, sempat muncul pasangan lain yang mengklaim bayi tersebut sebagai anak mereka.
Meski demikian, ibu bayi, Nina Saleha, tetap meyakini identitas anaknya. Ia mengaku mengenali ciri khusus dari selimut yang digunakan saat kejadian berlangsung.
Tak hanya menyoroti identitas bayi, keluarga juga mengkritik langkah internal rumah sakit yang dinilai belum mencerminkan keseriusan dalam menangani kasus ini. Sanksi administratif terhadap tenaga medis dianggap tidak sebanding dengan risiko besar yang ditimbulkan.
“Ini seharusnya jadi momentum pembenahan sistem, bukan sekadar sanksi ringan. Kami juga menerima banyak laporan serupa dari masyarakat,” ungkap Mira.
