Seluruh aktivitas mereka berada di bawah pengawasan ketat petugas Lapas. Bahkan, pengawasan dilakukan hingga larut malam saat pekerjaan masih berlangsung.
“Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Pihak sipir 4-5 orang tetap standby di sini,” ujarnya.
Kuming menilai kinerja para warga binaan cukup baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian peralatan makan.
“Omprengnya ini bisa dibilang perfect, clean. Bahkan dibandingkan beberapa tempat lain, di sini sudah dalam kondisi kering dan rapi,” katanya.
Sebelum mulai bekerja, para warga binaan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan terkait standar operasional prosedur (SOP) pencucian ompreng. Proses tersebut meliputi pembilasan awal, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.
Menurut Kuming, keterlibatan warga binaan ini tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan agar mereka lebih siap secara mental dan psikologis saat kembali ke tengah masyarakat.
