Sebagai langkah konkret, BPBD Kota Semarang telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 1 juta liter yang akan didistribusikan sesuai permintaan warga di wilayah terdampak.
“Kapanpun permintaan warga, di manapun nanti akan kita kirim sesuai permintaan warga,” kata Endro.
Fenomena meningkatnya suhu panas dijelaskan terjadi karena posisi matahari yang mendekati garis khatulistiwa serta berkurangnya tutupan awan, sehingga paparan panas menjadi lebih intens di wilayah Semarang.
Berdasarkan pemetaan kawasan rawan bencana (KRB), wilayah Rowosarj disebut masih menjadi prioritas utama dalam penanganan kekeringan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan air bersih menjadi kendala utama.
Disebutkan bahwa upaya pengeboran sumur dalam di wilayah tersebut tidak menghasilkan air bersih, melainkan gas, sehingga distribusi air tangki menjadi solusi utama. “Rowosari masih menjadi prioritas pertama. Kendalanya di sana PDAM belum bisa masuk,” ungkap Endro.
Selain Rowosari, beberapa wilayah lain seperti Wonosari (Ngaliyan) dan sebagian daerah di Gunungpati juga masuk dalam kategori rawan, meskipun sebagian telah mulai terjangkau jaringan pipanisasi PDAM.
