“Gambaran besarnya adalah Anda tidak terdegradasi karena tiga atau empat pertandingan, Anda terdegradasi sepanjang musim,” kata Rowett setelah pertandingan, dilansir ESPN, Rabu (22/4).
“Kita harus belajar. Saya pikir klub harus menerima bahwa ini adalah bagian yang menyedihkan dari perjalanan sebuah klub sepak bola,” lanjutnya.
Kemarahan suporter telah memuncak bahkan sebelum laga dimulai. Para pemain disoraki saat memasuki lapangan, dan gelombang protes semakin keras di akhir laga. Nyanyian “You’re not fit to wear the shirt” (Kalian tidak layak memakai seragam ini) bergema di seluruh stadion.
Sasaran kemarahan utama adalah Ketua Klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha. Spanduk dan yel-yel bertajuk “Get Out of Our Club” mewarnai protes yang berlanjut hingga ke luar stadion setelah pertandingan usai.
Harry Winks menjadi salah satu pemain yang paling sering menjadi sasaran cemoohan individu dari tribun.
Menanggapi situasi ini, Aiyawatt Srivaddhanaprabha merilis pernyataan resmi melalui kanal media sosial klub. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kemerosotan tajam klub dalam tiga tahun terakhir.
