“Degradasi ini adalah tanggung jawab saya. Tidak ada alasan. Kami pernah merasakan puncak tertinggi dan kini berada di titik terendah,” ujarnya.
Ia berjanji akan mengambil keputusan tegas untuk membangun ulang klub dan mengembalikan standar yang diharapkan dari Leicester City.
Keberhasilan Leicester menjuarai Premier League di bawah pelatih Claudio Ranieri pada 2016 sempat dianggap sebagai salah satu kisah terbesar dalam sejarah sepak bola. Klub juga menjuarai Piala FA pada 2021 dan mencapai semifinal kompetisi Eropa UEFA Conference League.
Namun dalam beberapa musim terakhir, performa klub terus menurun. Setelah promosi kembali ke Premier League, Leicester gagal bersaing. Pelatih Steve Cooper dipecat lebih awal musim, dan penggantinya Ruud van Nistelrooy tidak mampu menyelamatkan tim dari degradasi.
Situasi semakin memburuk setelah klub mendapat pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan keuangan. (far)
