“Guru sudah mencoba mencegah dengan suara, tapi memang tidak sampai tindakan langsung,” jelasnya.
Dari hasil penelusuran sementara, insiden bermula dari aksi saling ejek antar siswa yang kemudian memicu emosi. Situasi semakin memanas hingga sejumlah siswa lain ikut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap satu korban.
“Awalnya saling ejek, tapi memang lebih mengarah ke satu korban. Teman-teman lain akhirnya ikut kesal,” tambahnya.
Pihak sekolah mencatat sedikitnya tujuh siswa laki-laki terlibat langsung dalam pengeroyokan tersebut. Sementara itu, video kejadian direkam oleh seorang siswi yang tidak termasuk dalam kelompok pelaku.
Saat ini, pihak sekolah telah memanggil orang tua korban maupun para pelaku untuk dilakukan mediasi. Dinas Pendidikan Kota Jambi juga telah turun tangan dan memantau penanganan kasus ini.
“Kami sudah menghadirkan semua pihak, termasuk orang tua. Dinas Pendidikan juga sudah merespons dan ikut memantau,” kata Budi.
Terkait sanksi, pihak sekolah menegaskan tidak akan tinggal diam. Namun keputusan akan diambil setelah proses pendalaman selesai dilakukan.
