“Yang pasti akan ada sanksi. Tapi saat ini masih kami dalami agar keputusan yang diambil tepat,” tegasnya.
Sementara itu, keluarga korban turut angkat bicara. Melalui akun media sosial, seorang yang mengaku sebagai kakak korban membeberkan kronologi awal kejadian.
“Awalnya adik saya dilempar timun oleh temannya. Karena tidak terima, dia melawan dan sempat berkelahi dengan satu orang. Tapi setelah itu malah dikeroyok ramai-ramai di depan guru. Gurunya tidak melerai, hanya melihat,” tulisnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik karena terjadi di lingkungan sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peran pengawasan guru serta sistem pembinaan siswa kembali dipertanyakan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Vinolla)
