Menag juga melarang tindakan yang berpotensi menyiksa hewan, termasuk menguliti hewan sebelum benar-benar terkonfirmasi mati. “Tidak boleh menyiksa binatang menjelang dipotong. Biarkan mati dulu,” pesannya.
Ramah Lingkungan
Penyembelihan hewan kurban di Istiqlal juga dipastikan ramah lingkungan. Menag minta panitia untuk menjaga kebersihan kawasan dan memastikan target zero accident selama proses pemotongan berlangsung.
“Kita selama ini mengampanyekan betapa pentingnya memelihara ekoteologi lingkungan hidup. Jangan sampai ada setetes darah hewan kurban yang mengalir atau bocor ke sungai. Selesai penyembelihan, taman-taman di sekitar sini harus kembali bersih seperti sedia kala,” tegas Menag.
Ketua Panitia Idul Adha 1447 Hijriah, Mas’ud Halimin, menegaskan komitmen seluruh panitia dan tim lapangan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Pengelolaan limbah dari sisa pemotongan hewan kurban ditangani secara terpusat dan hati-hati agar tidak mencemari lingkungan, khususnya aliran sungai di sekitar masjid, sehingga prinsip kelestarian alam dan kebersihan kawasan tetap terjaga dengan maksimal.
