Dalam pemaparannya, Sandra Olifia selaku nara sumber menjelaskan bahwa remaja saat ini hidup dalam lingkungan komunikasi digital yang sangat persuasif. Media sosial menurutnya tidak lagi hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga telah berkembang menjadi arena ekonomi digital yang aktif membentuk perilaku konsumsi masyarakat, terutama remaja.
“Remaja saat ini sebenarnya menjadi target utama industri digital. Banyak iklan di media sosial yang dikemas secara halus sehingga terlihat seperti konten biasa, misalnya melalui review skincare, endorsement influencer, live shopping, atau konten viral yang tampak natural. Padahal semuanya dirancang untuk membentuk emosi dan keputusan membeli pengguna. Karena itu, literasi iklan sangat penting agar siswa tidak mudah terjebak dalam perilaku impulsive buying,” ujar Sandra saat diwawancarai setelah kegiatan berlangsung.
Ia juga menambahkan bahwa literasi digital pada era sekarang tidak cukup hanya memahami cara menggunakan media sosial, tetapi harus dibarengi kemampuan berpikir kritis terhadap pesan-pesan komersial yang beredar di ruang digital.
