“Kami melihat siswa sekarang memang sangat dekat dengan media sosial dan belanja online. Kegiatan ini membuka wawasan mereka bahwa banyak konten digital sebenarnya memiliki tujuan komersial yang tidak selalu disadari. Edukasi seperti ini sangat baik untuk membangun sikap selektif dan kritis,” jelasnya.
Tidak hanya pihak sekolah, para siswa peserta kegiatan juga menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan PKM tersebut. Salah satu siswi peserta mengaku kegiatan ini membuat dirinya lebih sadar terhadap cara kerja iklan digital yang selama ini sering memengaruhi emosinya saat berbelanja online.
“Saya jadi sadar ternyata banyak review skincare atau produk murah di media sosial belum tentu jujur. Kadang kita langsung percaya karena melihat influencer atau komentar positif. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih hati-hati sebelum membeli sesuatu,” ujarnya.
Peserta lainnya juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan membuat dirinya mulai memahami pentingnya mengelola uang saku secara lebih bijak.
