Apalagi, sekarang ini film-film superhero asing maupun lokal sudah banyak beredar di layar bioskop. Seperti film-film superhero diadaptasi dari Marvel Comics dan DC Comics tersebut bisa menjadi daya tarik orang banyak terhadap karakter si superhero, khususnya Marvel dan DC dalam bentuk mainan action figure.
Ladang Cuan
Pun demikian, seorang anak laki-laki akan tetap menjadi anak laki-laki kendati usianya sudah dewasa. Ungkapan ini rasanya tepat untuk menggambarkan laki-laki dewasa masih antusias untuk mengoleksi mainan. Salah satu alasan terbesar mereka menggeluti hobi ini adalah nostalgia semasa kecil dulu.
Mainan yang dikoleksi pun beragam, mulai dari mainan yang hanya dijadikan pajangan seperti figur karakter sampai miniatur pesawat, kapal, kendaraan roda dua dan empat.
Seperti halnya karyawan swasta yakni Muhammad Dzuljabbar, 31, warga Jalan Moncokerto VI, RT 5/13, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, ini gemar mengoleksi sejumlah mainan action figure.
Sejak kecil dia memang senang mainan action figure, namun hobinya mengumpulkan mainan lebih deras lagi di tahun 2019 hingga kini. Dari ribuan lebih koleksinya, nyaris seluruhnya berasal dari Amerika, Jepang, dan China.
