Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kota Gorontalo telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
Tim BPBD juga turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen kondisi warga dan dampak banjir yang terjadi.
Perkembangan pada Minggu (17/5) menunjukkan genangan air di sebagian wilayah telah mulai surut. Namun demikian, petugas masih melakukan upaya penyedotan air di sejumlah titik yang hingga kini masih tergenang guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Beralih ke Provinsi Kalimantan Barat, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sintang pada Minggu (17/5) sekitar pukul 21.00 WIB memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah.
Debit air terus meningkat menyebabkan genangan meluas dan berdampak pada permukiman warga di tiga kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kecamatan Kelam Permai, khususnya di Desa Bengkuang.
Bencana banjir ini berdampak cukup luas terhadap masyarakat. Berdasar data sementara, sekitar 2.718 KK terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan. Ribuan rumah warga turut terdampak genangan banjir. Kondisi semakin diperparah dengan putusnya satu unit jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan menuju lokasi terdampak.
