Perangkat dipasang pada bagian punggung kecoa mampu mengirimkan data visual ke komputer terkait kondisi medan atau rintangan di ruang sempit dan minim cahaya, seperti reruntuhan bangunan akibat gempa bumi. Secara navigasi, robot serangga itu dapat dikendalikan secara otomatis untuk bergerak maju, berbelok ke kanan maupun kiri, atau bergerak secara alami mengikuti kondisi di lapangan.
Sementar, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, turut melihat simulasi dan cara kerja robot kecoa hibrida yang telah meraih sejumlah penghargaan sains internasional.
Menurut Suharyanto, inovasi karya anak bangsa tersebut patut diapresiasi dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
Terkait pemanfaatan robot hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, kepala BNPB menyampaikan akan berkoordinasi dengan Basarnas guna membahas peluang penggunaan teknologi tersebut dalam operasi Search and Rescue (SAR), khususnya untuk menjangkau area reruntuhan yang sulit diakses manusia maupun peralatan konvensional.
