“BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan. Nantinya, jika disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” kata Suharyanto, Kamis.
Selain robot hibrida, Undip juga memperkenalkan inovasi lain berupa kursi bersalin portabel serta produk makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi untuk mendukung penanganan stunting dan kebutuhan pangan saat tanggap darurat bencana.
Kursi bersalin portabel dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan persalinan darurat bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di lokasi pengungsian atau wilayah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
Untuk produk MPASI bernama Nutri Sun D3 dikembangkan sebagai makanan pendukung dengan kandungan gizi yang ditujukan untuk bayi dan balita selama berada di pengungsian.
Menurut kepala BNPB, dukungan logistik pangan dalam penanganan darurat selama ini masih didominasi makanan siap saji untuk anak-anak hingga orang dewasa. Sehingga inovasi MPASI bergizi dinilai dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, balita, serta Ibu hamil di lokasi terdampak bencana.
