Dia menciptakan SEBULA, aplikasi edukatif yang dipublikasikan dalam INNOVATIVE: Journal of Social Science Research (2024), serta merancang SALAKA, aplikasi digital pemilihan ketua OSIS sekaligus media edukasi demokrasi yang dilombakan pada Olimpiade PPKN 2024.
Dia juga terus memperjuangkan isu anak dan iklim bersama Dinas P3AP2KB, serta menginisiasi aksi nyata seperti pungut puntung rokok di Pemda Pringsewu dan gerakan jaga bumi di sekolah sebagai bentuk climate action.
4. Ahmad Faqieh Shakier
Santri asal Parepare (2008) ini hafal 30 juz Al-Qur’an. Dia meraih Medali Perunggu Madrasah Integrated Science Competition (M-ISCO) Bidang IPS Terintegrasi (2022), dan medali Perunggu Indonesian Youth Science Competition Bidang IPS (2022).
Kini, dia terlibat dalam Program Social Camp Pesantren IMMIM, yang menempatkan santri di tengah masyarakat untuk belajar hidup bersama warga desa pegunungan.
5. Muhammad Aidil Fitrah Lubis
Lahir di Padangsidimpuan (2008), Muhammad Aidil belajar di Pesantren Al-Azhar Asy Syarif Sumatera Utara.
