Peristiwa itu bermula dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin (11/5). Saat rapat berlangsung, para anggota dewan tengah membahas sejumlah persoalan kesehatan masyarakat, seperti stunting, campak, hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi.
Namun di tengah pembahasan isu strategis tersebut, Syahri justru terekam kamera sedang memainkan game di telepon genggam sambil merokok.
Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kritik dari masyarakat.
Syahri kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah pada Rabu (13/5). Ia mengakui tindakannya tidak pantas dilakukan dalam forum resmi. (far)
