“Jadi inilah motto Kementerian Agama kita dalam berbuat itu, selain ada pembenaran rasio juga ada pembenaran ilahi. Kadang ada pembenaran rasional bertentangan dengan batin kita, atau langsung pembenaran batinnya tetapi tidak muncul rasionalnya, lebih juga tidak muncul. hikmah itu adalah mengadopsi suatu keputusan dan dengan merujuk kepada referensi akal dan referensi batin. Itu akan melahirkan keputusan yang terbaik,” tuturnya.
Menag merasa yakin, jika para ASN Kemenag dapat menerapkan ISTIQAMAH ini, maka akan berhasil dalam berkarir baik di dunia maupun akhirat. “Mulai hari ini ubah gaya hidup dan pandangan hidupnya, sebagai konsekuensi memiliki tempat kerja di Kementerian Agama. Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Ihsan, Qanaah, Akhlak, Amanah dan Hikmah. Selamat kepada saudara-saudara sekalian, semoga berhasil, dan kalian akan menjadi kebanggaan Indonesia, kalian akan menjadi kebanggaan kami, kalian akan menjadi pelopor untuk sesuatu yang didambakan oleh bangsa dan negara kita,” pungkasnya. (ahmad)
