Sedangkan Q, merujuk pada qanaah atau merasa cukup dengan apa yang ada. Menag mencontohkan bahwa sering kali seseorang berbuat korup sebab merasa tidak pernah cukup, menempuh berbagai macam cara, banyak bisa jatuh karena tidak qanaah. Oleh karenanya, para ASN Kemenag perlu membentengi diri dengan qanaah dan tawadhu.
Kemudian A nya itu amanah. Apa itu amanah? Orang beriman itu aman (save), kenapa dia aman karena dia beriman. Begitu orang itu tidak beriman maka tidak aman.
“Amanah harus satu paket dengan rasa aman dan iman, sebab orang yang beriman selalu merasa tenang dan aman,” tutur Menag.
Lalu A berikutnya adalah Akhlak. Menag kembali menegaskan bahwa akhlak itu penting, sebab yang paling tinggi itu akhlakul karimah. Sejatinya akhlak adalah salah satu hal yang paling gampang dinilai oleh orang lain. Oleh karenanya, ia mengingatkan agar ASN Kemenag senantiasa menjaga akhlak dalam setiap lini kehidupan.
Terakhir adalah Hikmah. Menag mendefiniskan hikmah sebagai kearifan. Yaitu, suatu keputusan yang diambil dengan dua cara, yaitu cara rasional dan cara yang dikonfirmasikan dengan cara batin.
