Menag meminta kepada para ASN Kementerian Agama agar naik kelas di atas sobir, menjadi al-musobir artinya tidak perlu membalas, tapi memaafkan dan juga melupakan. “Kalau perlu As-Sobur, yaitu sudah tidak pernah kecewa. Itulah Asmaul Husna yang terakhir, seperti Tuhan tidak pernah kecewa dengan hamba-Nya, bahkan tetap dikasih hidup oksigen gratis bagi para pelanggar hukum,” tuturnya.
Kemudian T, yaitu Tawadhu. Ini berasal dari Wada (bahasa Arab), yakni kemampuan menempatkan diri. Para ASN Kemenag harus pandai menempatkan diri.
“Segera meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain, itulah karakter Kemenag,” tuturnya.
Kemudian I nya adalah ihsan. Maksudnya, selalu menampakkan kebaikan, sekalipun seringkali dikritik oleh orang lain. PNS Kemenag juga harus selalu concern terhadap tugas dan tidak perlu pedulikan apa pun yang menghambatnya.
“Khairun nas anfahum lin-nas, siapa orang yang berbakti kepada sebanyak banyaknya orang di tempat itu melakukan perbaikan itulah yang disebut dengan ihsan,” imbuh Menag.
