Dia juga menambahkan bahwa petugas harus menjaga kebersihan selama proses berlangsung.
“Tim petugas berbeda dengan proses yang lain, dapat menggunakan APD (alat pelindung diri) minimal masker, tutup kepala, apron (celemek), menjaga kebersihan diri dan area sekitar,” ujarnya.
Penanganan jeroan
Penanganan jeroan memerlukan perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kontaminasi jika tidak ditangani dengan benar.
Henny menegaskan bahwa jeroan harus diproses di area terpisah.
“Disiapkan area terpisah untuk menangani jeroan, jeroan dibersihkan, dipisah sesuai jenisnya, dikemas terpisah dengan daging dan tulang,” ungkapnya.
Langkah ini penting untuk mencegah kontaminasi silang antara jeroan dan daging.
Penanganan limbah
Selain daging dan jeroan, limbah hasil penyembelihan juga harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
Henny menjelaskan bahwa limbah terdiri dari limbah padat dan cair yang perlu penanganan khusus.
“Area penanganan limbah disiapkan tergantung pada jenis limbah, limbah padat (feses, alas kandang, isi saluran pencernaan) dan limbah cair (darah, air cucian), disiapkan alur penanganannya sehingga tidak mencemari lingkungan,” katanya.
