Berdasarkan keterangan para korban, pemilik WO berinisial R mendadak hilang dan memutus semua akses komunikasi menjelang hari pernikahan.
Korban sempat melacak keberadaan R sebelum acara untuk meminta kepastian layanan dan menagih janji pengembalian dana (refund). Namun, setelah pertemuan itu, R kembali menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.
“Sebelum pernikahan, korban sempat menemui pihak WO. Katanya mau ada pengembalian, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi,” ucap Bayu.
Kepada polisi, korban mengaku sempat diajak oleh manajemen WO untuk melakukan uji coba busana (fitting baju) di kantor tersebut sebelum pelaku kabur.
“Korban menyampaikan sempat fitting baju di kantor di JGC. Itu juga akan kita cek, benar atau tidak ada kantor di sana,” katanya.
Dalam kasus ini, korban mengaku telah dirugikan sekitar Rp85 juta. Meski demikian, korban tetap melangsungkan pernikahan pada Sabtu (23/5).
“Pernikahan tetap berlangsung, tapi tidak sesuai dengan yang diharapkan menggunakan jasa WO tersebut,” katanya.
