Ia mengungkap kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan gerakan Waspada Scammer Cinta (WSC) yang telah aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya akun palsu, manipulasi emosional, hingga berbagai modus penipuan digital melalui media sosial dan hubungan asmara daring.
Dalam perjalanannya, Bunda Fey, muncul sebagai salah satu penggerak awal edukasi anti-love scam. Warga Negara Indonesia yang tinggal di Australia itu aktif mengedukasi masyarakat sejak sekitar tahun 2012 terkait bahaya love scam dan berbagai modus kejahatan digital yang menyasar korban melalui hubungan emosional di dunia maya.
Selain Feydown, ada juga Diah Agung Esfandari. Ia merupakan Ketua Komunitas RSC-WSC sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Telkom. Dalam RSC-WSC, Bu Diah berperan dalam memperkuat literasi digital, edukasi publik, pendampingan korban, serta pengembangan gerakan sosial untuk melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan daring berkedok hubungan asmara.
Bunda Fey dan Bu Diah menjadi dua sosok penting dalam perjalanan RSC-WSC. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi: Bunda Fey dikenal sebagai pegiat awal dan penggerak edukasi WSC dari luar negeri, sedangkan Bu Diah berperan dalam menguatkan struktur komunitas, edukasi, dan pendampingan RSC-WSC di Indonesia. Melalui peran keduanya, RSC-WSC terus hadir sebagai ruang edukasi, kewaspadaan, dan dukungan bagi masyarakat agar lebih aman dalam berinteraksi di ruang digital.

