“Jakarta Takbiran kemarin, pedagang yang berjualan dari minuman sampai makanan semuanya laku. Karena pengunjungnya banyak dan hiburannya jelas, sehingga masyarakat mau datang,” katanya.
Afni menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan penempatan anggaran kegiatan, baik melalui dinas yang membidangi UMKM maupun Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun, ia menekankan agar seluruh kegiatan bazar disesuaikan dengan agenda yang mampu menarik massa.
“Silakan saja anggarannya mau ditaruh di Dinas PPKUKM atau di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Yang penting eventnya menyesuaikan dengan kegiatan yang memang ramai pengunjung,” ujarnya.
Selain menyoroti Bazar UMKM, Afni juga meminta penataan ulang lokasi sementara (loksem) yang berada di salah satu wilayah di Jakbar yang berdekatan dengan Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, keberadaan loksem tersebut menimbulkan persoalan karena berada di atas saluran air yang tertutup.
Ia menilai pengelolaan kawasan tersebut sebaiknya berada di bawah pemerintah daerah agar lebih tertib dan tidak membebani pedagang dengan pungutan yang tidak jelas.
