Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk serangan tersebut “yang sekali lagi menargetkan infrastruktur vital dan sipil, termasuk Bandara Internasional Kuwait, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, selain menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital termasuk misi diplomatik.”
Tanggapan Iran tersebut menyusul kritik tajam dari mantan Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, yang menuduh Teheran berulang kali menargetkan negara-negara Teluk tetangga dan mempertanyakan alasan di balik serangan baru-baru ini terhadap Bahrain dan Kuwait.
Dalam sebuah unggahan di X, Al Thani menggambarkan tindakan Iran sebagai tindakan yang sulit dibenarkan. Sambil menegaskan kembali minat Qatar untuk mempertahankan hubungan positif dengan Iran, ia mengatakan Doha tidak akan menerima “pemerasan” oleh Teheran.
Mantan perdana menteri tersebut menyerukan negara-negara Teluk untuk memberikan tanggapan yang bersatu, dengan alasan bahwa tindakan kolektif akan menunjukkan bahwa serangan terhadap negara anggota mana pun tidak akan melemahkan solidaritas regional.
