Namun, Iran tetap berpendapat bahwa tindakan militernya merupakan tindakan balasan terhadap negara-negara yang mengizinkan Amerika Serikat melancarkan operasi terhadap target Iran dari wilayah mereka.
Pemerintah negara-negara Teluk menolak penjelasan tersebut, menuduh Teheran menggunakan tekanan militer untuk memengaruhi para pemimpin regional dan mendorong mereka untuk membujuk Presiden AS Donald Trump agar mengakhiri konflik.
Sementara itu, Kuwait Airways melanjutkan penerbangan dari Terminal 4 bandara setelah pihak berwenang mengevaluasi kerusakan pada fasilitas tersebut, lapor kantor berita negara KUNA. Lalu lintas udara sebelumnya ditangguhkan dan penerbangan dialihkan ke bandara alternatif.
Permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam pada hari Rabu ketika Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap aset militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk markas besar Armada Kelima AS, sementara Washington melaporkan telah mencegat rudal yang diluncurkan ke arah sekutu regional dan melakukan serangan balasan.
