Sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong optimalisasi penggunaan e-PLKK 2.0 untuk meningkatkan efisiensi layanan. Sistem tersebut memungkinkan proses administrasi, pelaporan kasus, hingga monitoring pelayanan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. Indra menyebut digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan peserta. “Pemanfaatan teknologi harus mampu memberikan kemudahan bagi fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat pelayanan kepada peserta,” jelas Indra.
Melalui pembinaan ini, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih terus memperkuat kemitraan dengan seluruh jaringan PLKK guna mendukung pelayanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang berkualitas. Indra menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif bersama fasilitas kesehatan demi menghadirkan layanan terbaik bagi pekerja Indonesia. “Sinergi yang kuat antara BPJS Ketenagakerjaan dan mitra PLKK akan menjadi fondasi utama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang semakin prima kepada peserta,” pungkas Indra. (msb/dani)
