Tidak hanya itu, untuk mengurangi sampah yang dibuang ke Bantargebang, Pemprov DKI juga membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengelola sampah langsung dari sumbernya, seperti di pasar, rumah tangga, maupun sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
“Saya sekarang memberikan izin, memberikan persetujuan, siapa saja yang akan mengelola sampah tidak perlu di tempat pembuangan sampah tapi di ujung. Apakah di pasar, apakah di rumah tangga, di horeka, dan sebagainya. Selama bisa mengurangi sampah yang dikirimkan ke Bantargebang kami setujui,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga mengungkapkan semakin banyak sampah yang diolah sejak awal, semakin sedikit sampah yang harus dikirim ke Bantargebang.
“Dengan cara itu, beban pengelolaan sampah Jakarta diharapkan dapat berkurang,” tandasnya.(sofian)
